Disrupsi Logistik : Geraiku Gandeng Kerjasama dengan Belfoods dan Triplogic

Kerjasama di dalam ekonomi dunia yang mengarah kepada ekonomi berbagi (sharing economy) memunculkan berbagai kolaborasi yang diinisiasi oleh pelbagai perusahaan startup di Tanah Air. Mereka saling bekerja sama untuk memunculkan layanan dan jasa baru yang makin kompetitif bersanding dengan model bisnis yang sudah lama berjalan. Tujuannya tentu adalah memberi pengalaman terbaik bagi konsumen yang kian membutuhkan layanan dan jasa yang dirasa makin efisien dan membantu dalam hidupnya.

1
Geraiku, Triplogic & Belfoods

Seperti dikenalkan Geraiku (www.geraiku.store). Perusahaan rintisan yang didirikan sejak 2017 lalu ini baru saja menggandeng Belfoods, produsen makanan olahan anak perusahaan dari Sierad Produce, Tbk. Geraiku ditunjuk sebagai distributor urban yang melayani mitra toko Geraiku tanpa perlu beranjak dari toko. Mereka cukup memesan produk Belfoods dalam partai besar melalui aplikasi Mitra Geraiku dan barang langsung dikirim ke lokasi toko. Dengan lebih dari 500 mitra toko yang saat ini telah bergabung dengan Geraiku, maka distribusi produk Belfoods pun dapat diedarkan dengan lebih luas melalui jaringan di platform Geraiku.

Geraiku menyediakan gudang penyimpanan produk Belfoods di Ciputat Tangerang Selatan untuk dapat menjangkau keseluruhan toko mitra Geraiku. Tak hanya itu, upaya Geraiku untuk memangkas ongkos logistik dilakukan dengan menggandeng Triplogic. Triplogic yang akan mengirimkan barang pesanan makanan olahan Belfoods langsung ke mitra toko langsung dari gudang Ciputat. “Kerjasama ini memiliki arti signifikan bagi Geraiku sebagai distributor urban Belfoods seperti logistik yang teratur, kepastian kendaraan dan pengemudi, kualitas barang terjaga suhunya, pemilihan dan pengaturan rute yang tepat, dan efisiensi biaya pengiriman, waktu, dan armada,” jelas Herwinto Ch.Sutantyo, CEO Geraiku. Kerjasama tiga pihak antara Geraiku, Belfoods, dan Triplogic dengan gebrakan disruptif di bidang logistik ke depan dapat merevolusi industri retail ke depan. “Ongkos logistik dapat ditekan cukup besar karena kami tak perlu armada dan biaya bensin untuk kirim. Bahkan boks kirimpun tak perlu karena sudah disediakan Triplogic,” kata Herwinto.

Untuk pembayaran, semua dikerjakan oleh Triplogic dan terhubung ke sistem Geraiku langsung. “Kerjasama ini memberikan pengalaman lebih luas bagi kami terutama dalam menangani industri retail,” kata Oki Earlivan Sampurna, CEO Triplogic. Sementara bagi Geraiku, konsentrasi pada bisnis ini menjadi tidak terpecah dan makin fokus untuk menjaga kualitas barang, waktu pengiriman, ketersediaan stok dan mengatur pemesanan dari toko mitra Geraiku. 

Langkah yang dilakukan Geraiku, Triplogic, dan Belfoods dengan kemampuannya masing-masing membawa angin segar bagi industri retail Indonesia. Di satu sisi, distributor tak harus dipusingkan oleh biaya logistik, sementara perusahaan yang fokus ke logistik juga tidak dipusingkan dengan masalah pemasaran dan penjualan produk. Apakah ini akan menjadi pendorong bagi industri retail di sektor lain memanfaatkan kolaborasi di era sharing economy?  Kita lihat nanti .

%d bloggers like this: